KE ARAH KEBAIKAN

Sunday, March 30, 2014

Dari Abu Hurairah ra., Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa mengajak kepada suatu kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun pahala-pahala mereka. Dan barang siapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapat dosa seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka." (H.R. Muslim)

Petua Mencari Lelaki Yang Baik

10 January 2011 at 02:17

1. Yang berkemampuan.

2. Boleh dijadikan sebagai ganti ayah bonda.
Sanggup melindungi wanita daripada segala bahaya dan kecelakaan yang menimpa kerana apabila seorang wanita rela dinikahi, bererti ia rela melepaskan dirinya daripada ayah bonda yang selama ini menjadi tempat pergantungan hidup.
Kini berpindah kepada lelaki yang bakal menjadi suaminya.

3. Pandai menjaga darjat diri; apabila bercakap dikota dan diamalkan.
Selain daripada itu suami yang baik akan sentiasa mengajak isteri ke arah kebaikan, menjauhkan yang mungkar dan mendahului perbuatan itu.Begitu juga isteri yang baik.Seringkali la mengajak suami kearah kebaikan dan sering mengingatkan.Kerana ada ketika suami2 ini terlalai.

4. Berkebolehan di dalam urusan rumahtangga.
Kebolehan memasak, menjahit juga membasuh akan membantu kerana lelaki yang biasa membuat kerja begini, tidak akan membebankan isterinya membuat kerja rumah sekiranya isteri tiada kemampuan.

5. Mempunyai penuh kepercayaan kepada perempuan dan tidak mudah bersangka buruk.
Biasanya apabila suami bertugas mencari nafkah maka isteri akan menjaga segala amanah harta dan anak di rumah.Sekiranya suami tidak mempunyai kepercayaan kepada isteri, ini bererti suami akan sentiasa menyangka buruk.Begitu juga isteri jangan menaruh sebarang syak wasangka yang buruk terhadap suami.

6. Rajin, berpemikiran luas dan tidak memakan harta perempuan.
Lelaki begini adalah ciri-ciri lelaki yang tidak pemalas, inginkan kemajuan serta tidak mengharapkan titik peluh isteri.

7. Mudah memaafkan.

8. Datang daripada keturunan orang yang baik-baik. 
Seelok-eloknya, mempunyai akhlak dan budi bahasa mulia.


tips menjadi sahabat yang baik
Mengajak kearah kekebaikan dan meninggalkan kemungkaran
(Amar Ma’ruf Nahi Mungkar)
Sahabat yang baik pasti akan mengajak tindakan kearah kebaikan dan selalu mengingatkan jika kita akan berbuat kemungkaran. Bukan sebaliknya menjerumuskan kita ke lembah kehancuran. Dan terkadang pemicu utamanya adalah masalah “uang”. Seringkali pertemanan kita, rusak gara-gara “uang”. Entah meminjam uang tetapi lupa tidak mengembalikan ataupun memang belum punya uang untuk dikembalikan.
Terkadang sahabat kita yang lagi salah jalan, sudah kita coba nasehati tetapi tetap bersikukuh melakukan tinkan yang salah, tugas kita hanyalah bisa berdoa semoga diberi petunjuk oleh Yang Maha Pemberi Petunjuk.
Menyembunyikan Keburukan atau Kelemahan Kawan Kita
Terkadang kita yang sudah dianggap sahabat oleh kawan karib kita, secara  tidak sadar terbawa arus obrolan yang menggunjingkan akan tingkah laku seseorang walaupun belum tentu benar, sehingga kita yang sudah merasa dekat dengannya malah terbawa arus membeberkan keburukan kawan kita tadi, bukannya malah memberikan opini yang menyejukkan. Misalnya, ada yang komentar “si-A itu kok sukanya Godain Cewek ya“…kita bisa bilang, “ah.. dia itu memang kalau sama siapun sangat akrab kok” dsb.
Jika Kawan Kita Berbahagia, kita ikut Berbahagia..Jika Kawan kita Susah/sedih, kita turut susah..menghiburnya.
Nah ini yang sering kita jumpai, terkadang jika sesorang sedang lagi di puncak kesuksesan, banyak orang yang mendekatinya, ingin turut mengambil keuntungan dengan dekat pada orang itu, tetapi sbaliknya jika orang itu jatuh bangkrut, banyak orang yang meninggalkannya, hanya sedikit orang yang betul-betul
bersimpati akan nasibnya. Tugas seoang sahabat adalah menghibur kawan kita jika sedang tertimpa masalah/musibah, bukan malah senang jika kawan kita tertimpa masalah.
Tidak Pernah mengingat Jasa Kita Kepada Teman, Tetapi Selalu Ingat Jasa Teman Kepada Kita
Seringkali kita membawa-bawa jasa kita untuk menekan/mempengaruhi kawan kita agar sepaham/sepakat kepada kita, dan seringnya kita malah lupa kita pernah ditolong oleh sahabat kita. Hal yang kelihatannya sepele tetapi bisa jadi merusak hubungan antara kawan/sahabat. Hendaknya jangan ingat-ingat lagi jasa kita agar apa yang kita kerjakan mendapat pahala lebih di sisi-Nya, jika kita ingat-ingat akan mengurangi keikhlasan dan pahalanya, apalagi kepada sahabat karib kita.
Menjadi Pendengar Yang Baik
Sahabat yang baik adalah bisa menjadi pendengar akan curhat kawan kita, entah kita dalam keadaan senang maupun duka. Menjadi pendengar tidak semudah yang kita bayangkan. Orang cenderung berbicara mengenai diri mereka sendiri tanpa melihat lawan bicaranya sedang dalam keadaan bagaimana. Diamping bisa menjadi pendengar yang baik juga bisa memberikan nasehat yang bermanfat untuk sahabat kita
Senantiasa Memberikan Dorongan Semangat Untuk Lebih Maju
Hati manusia ada dalam genggaman Allah SWt, kadang di kuatkan hatinya dan terkadang dilemahkan hatinya dalam menghadapi kenyataan di dunia. Salah satu ciri sahabat yang baik adalah bisa memberikan dorongan semangat yang membangun, bukan malah melemahkan sesuatu ide atau gagasan kawan kita tadi.
Mungkin bagi Anda mempunyai kriteria tersendiri untuk memilih seorang sahabat tetapi jika persahabatan terebut di niatkan dan yang dilandasi oleh agama tidak hanya membawa manfaat di dunia tapi juga di akhirat.
Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua..amin.
Diposkan oleh miny di 21.14  


Kita perlu syukur dan suka dengan apa yang kita dapat . Ya , wajib !

Setiap yang berlaku pada kita telah dirancang oleh ALLAH dengan teliti sekali . Malah , kita kadang kala tidak menyangka , perkara itu akan berlaku , tapi , dek kerana takdir telah menetapkan perkara itu akan berlaku , maka , ia pasti akan berlaku .

Kenapa ALLAH beri kita ujian ?

Percayalah pada kuasa ALLAH . Setiap yang berlaku pasti ada hikmahnya dan setiap yang berlaku itu memang yang terbaik untuk kita laluinya . Mungkin ini satu peringatan , mungkin juga satu tanda kasih sayang Tuhan buat kita . Malah , anda yang membaca dan saya yang menulis ini juga satu ujian kerana , bagaimana kita mengambil iktibar dari penulisan ini . Adakah kita dapat gunakan kearah kebaikan dan mengajak kearah kebaikan sekaligus mentarbiyahkan diri kita kearah yang lebih baik?

Contoh paling mudah , kenapa ALLAH pilih si A utuk menjadi anak yatim . Mungkin ALLAH nak jadikan si A anak yang soleh sebab apa , dia boleh terlindung dan terhalang dari mendarhakai ibu bapanya . Lihat , semuanya ada hikmah hatta kita tercucuk jarum sekalipun.

Rahmat Ujian ?

Sudah tentu , pastinya ALLAH jadikan sesuatu perkara itu berhikmah dan perlu difikirkan . Inilah RAHMAT UJIAN . ALLAH pilih kita seorang je dalam beribu-ribu orang untuk merasai ujian ini . Inilah lusnya rahmat ALLAH . Tapi kenapa kita , sebab ALLAH sayang kita .


ALHAMDULILAH , akhirnya saya dipilih oleh ALLAH utuk menerima ujian disaat saya meraih kegembiraan . Beg saya kene curik . Ya , tapi saya sangat kesal sebab , beg saya dicuri di dalam masjid. Di ruangan solat utama pulak tu. Betul-betul ALLAH uji saya .

Tapi nak buat cam ne ek , dah berlaku , redha je laa. Puas saya mencarinya disekitar masjid , masih tak jumpa . tapi mungkin ini adalah yang terbaik untuk saya merasainya . Saya redha menerimanya walaupun pada mulanya , saya sukar untuk menerimanya .

Seorang responden dari facebook saya telah memberi komen yang betul-betul menyentak hati saya .

semulia-mulia seseorang itu,,adalah dengan mendoakn agar orang yang telah melakukan keburukan kepada kita itu kembali ke pangkal jalan,,memaafkan itu adalh yang terbaik..."kemaafan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Tetapi hanya dengan memberi kemaafan sahajalah kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka. Kemaafan yang diberi secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka emosi"

Terima kasih buat semua teman facebook saya yang banyak membantu saya dalam hal ini. Moga ALLAH rahmati kalian dan ALLAH reda akan ukhwahfillah ini .

Moga ada manfaat untuk kita semua termasuk saya . Mari mengkoreksi diri !


Kekuatan dalaman

Kekuatan dalaman juga perlu ada bila kita nak membuat  perubahan pada diri dan kehidupan kita. Pengalaman yg saya sendiri lalui contohnya ketika saya ingin memakai tudung@menutup aurat.
Saya mengalami pelbagai dugaan didalam masa untuk mengekalkan memakai tudung.

Berperang dengan perasaan sendiri
Berperang dengan emosi bila tidak dapat sokongan
Berperang dengan hati untuk mengekalkan perubahan kearah kebaikan walau tanpa sokongan dan pastinya akan hadapi cakap cakap yang membuat saya perlukan ketabahan...bukan sesuatu yang mudah untuk hadapi tiap perubahan kan. Hati menangis bila perubahan kearah kebaikan yang dilakukan dan perlukan sokongan dihalang...kuterpaksa teruskan walau dipertikaikan..

IBUBAPAKU TERSAYANG

Saturday, March 29, 2014



BAPA & MAK TERCINTON

APA YANG ANDA TAK TAHU TENTANG SEORANG AYAH

Mungkin ibu lebih kerap menelefon utk menanyakan keadaan kita setiap hari..Tapi tahukah kita, sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk menelefon kita?

Semasa kecil, ibu lah yg lebih sering mendukung kita..Tapi tahukah kita bahawa sebaik saja ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah selalu menanyakan apa yg kita lakukan seharian

Saat kita sakit@demam, ayah sering membentak "sudah diberitahu! jangan minum ais!".Tapi tahukah kamu bahawa ayah sangat risau.??

Ketika kita remaja, kita meminta izin untk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata "tidak boleh!"..Sedarkah kita bahawa ayah hanya ingin menjaga kita? Kerana bagi ayah, kita adalah sesuatu yang sangat berharga.

Saat kita sudah di percayai, ayah pun melonggarkan peraturannya. Maka kita telah melanggar kepercayaannya...Maka ayah lah yang setia menunggu kita di ruang tamu dengan rasa sangat risau..

Setelah kita dewasa,ayah telah menghantar kita ke sekolah@kolej untuk belajar..
Di saat kita memerlukan ini-itu, untuk keperluan kuliah kita, ayah hanya mengerutkan dahi.tanpa menolak, beliau memenuhinya..Saat kamu berjaya..Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu..Ayah akan tersenyum dengan bangga..

Sampai ketika jodoh kita telah datang dan meminta izin untuk mengambil kita dari ayah..Ayah sangat berhati-hati mengizinkan nya..Dan akhirnya..Saat ayah melihat kita duduk di atas plamin bersama pasangan nya..ayah pun tersenyum bahagia..

Apa kita tahu,bahawa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis?

Ayah menangis kerana ayah sangat bahagia..Dan dia pun berdoa "Ya Tuhan, tugasku telah selesai dgn baik..Bahagiakan lah putra putri kecilku yg manis bersama pasangannya"..

Setelah itu ayah hanya akan menunggu kedatangan kita bersama cucu-cucunya yg sesekali dtg untuk menjenguk..Dengan rambut yg memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjaga kita

(Luqman menasihati anaknya dengan berkata): "Wahai anak kesayanganku, sesungguhnya jika ada sesuatu perkara (yang baik atau yang buruk) sekalipun seberat biji sawi, serta ia tersembunyi di dalam batu besar atau di langit atau pun di bumi, sudah tetap akan dibawa oleh Allah (untuk dihakimi dan dibalasNya); kerana sesungguhnya Allah Maha Halus pengetahuanNya; lagi Amat Meliputi akan segala yang tersembunyi.
(Surah Luqman : 16 )

"Wahai anak kesayanganku, dirikanlah sembahyang, dan suruhlah berbuat kebaikan, serta laranglah daripada melakukan perbuatan yang mungkar, dan bersabarlah atas segala bala bencana yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu adalah dari perkara-perkara yang dikehendaki diambil berat melakukannya.”
( Surah Luqman : 17 )
Peranan bapa dalam pembinaan keluarga dan proses pembesaran anak-anak adalah cukup penting terutama dalam zaman serba mencabar ini. Jika dahulu kebolehan bapa memimpin dan mengurus keluarga adalah sesuatu yang dianggap lumrah atau tabii. Namun dalam dunia yang serba kompleks kini kebapaan adalah suatu kemahiran yang perlu dipelajari dan dikuasai.
Gejala negatif yang melanda institusi rumahtangga pada hari ini adalah berpunca daripada lemahnya kepimpinan seorang bapa sebagai ketua keluarga. Dalam keadaan sedemikian kewibawaannya sering dipersoal dan mereka tidak lagi dilihat sebagai contoh oleh anak-anak. Ini menyebabkan anak-anak terutamanya remaja tercari-cari ‘hero’ yang boleh mereka banggakan. Ketiadaan bapa sebagai ‘hero’ mendorong anak-anak mencari orang luar yang diharap dapat mengisi peranan tersebut. Keadaan ini menyebabkan seringkali anak remaja terpedaya oleh pihak yang mengambil kesempatan di atas kepercayaan yang diberi oleh remaja.
Kesan peranan bapa terhadap anak-anak apabila mereka mendirikan rumahtangga kelak cukup besar. Seorang anak lelaki pastinya menjadikan bapa sebagai ‘role model’ apabila mereka beristeri kelak. Sikapnya sebagai seorang suami terhadap isteri akan dicorakkan oleh cara ibunya disantuni oleh bapa. Begitu juga anak perempuan akan mengambil bapa sebagai contoh dalam memilih bakal suaminya. Bahkan kesan ke atas anak perempuan lebih besar. Kajian menunjukkan remaja perempuan yang bermasalah dan terjebak dengan pergaulan bebas selalunya dibesarkan tanpa kehadiran seorang bapa atau tidak mendapat perhatian atau kasih sayang seorang bapa.
Peranan tradisional seorang bapa yang dihormati dan ‘ditakuti’ pada zaman dahulu mungkin tidak boleh dipertahankan lagi. Bapa yang bersikap ‘authoritarian’ dan cuba mengawal keluarga atas dasar otoriti semata-mata akan melahirkan anak-anak yang melawan dalam diam atau secara terbuka. Sebaliknya panduan kebapaan yang digariskan di dalam Islam seperti yang diungkapkan oleh Sayidina Ali R.A. iaitu untuk bermain, mendisiplinkan dan berkawan dengan anak-anak pada tahap umur yang bersesuaian adalah lebih tepat. ‘Berkawan’ dengan anak adalah satu skil yang perlu dikuasai oleh para bapa pada hari ini. Mereka perlu memahami sedikit sebanyak laras bahasa yang digunakan oleh remaja. Bahkan seorang bapa harus menguasai sedikit sebanyak gajet-gajet teknologi dan medium komunikasi terkini yang tidak boleh dipisahkan dari kehidupan remaja. Seorang bapa pada hari ini wajar memiliki akaun dalam laman sosial Facebook untuk berinteraksi dengan anak-anak dalam pelbagai situasi dan kesempatan. Kemahiran-kemahiran seperti ini yang memungkinkan seorang bapa ‘keep pace’ atau mengikuti perkembangan dan seterusnya memberi panduan kepada anak-anak dalam melalui liku-liku kehidupan yang didepani oleh anak-anak remaja.
Di samping para bapa membuat anjakan-anjakan paradigma untuk memainkan peranan sebagai bapa yang versatil di zaman ini, mereka juga memerlukan empati dari anggota keluarga dan masyarakat. Seorang bapa dewasa ini harus diberikan ruang yang luas untuk merealisasikan peranan kebapaan tersebut. Mereka memerlukan sistem sokongan yang bersesuaian dengan fitrah dan ego lelaki mereka. Satu mekanisme seumpama sistem sokongan harus diwujudkan bagi para bapa membuat perkongsian. Mereka tidak perlu terus dikritik di atas kepincangan-kepincangan yang melanda masyarakat seolah-olah memberi gambaran bahawa mereka sebagai punca utama. Di saat pelbagai keperluan wanita diraikan seperti mewujudkan agensi-agensi khusus mengenai wanita, kumpulan-kumpulan sokongan dan kemudahan-kemudahan khas untuk wanita, golongan lelaki/bapa seolah-olah dilihat mampu mendepani cabaran secara bersendirian atas alasan bahawa mereka adalah pelindung wanita. Mereka diandaikan sebagai gender yang gagah dan maskulin serta bersedia untuk menghadapi apa juga situasi bersendirian tanpa sebarang sokongan moral dan material. Senario seorang lelaki yang gagah dan tangkas di luar sebagai imej lelaki mandiri mungkin benar di masa lalu. Namun lelaki/bapa yang akan bertahan di zaman ini bukanlah lelaki yang nampak gagah dari sudut fizikal tetapi rapuh dari sudut ketahanan jiwa. Di sinilah inisiatif boleh diwujudkan untuk memperkasa jiwa sebagai pelengkap skil atau kemahiran kebapaan di kalangan para bapa pada hari ini.
Menyedari hakikat pentingnya para bapa diperkasakan dan diberi pengiktirafan yang setimpal ke atas peranan mereka yang besar, maka Jawatankuasa Pembangunan Masyarakat IKRAM Selangor bersama Wanita IKRAM Selangor dengan sokongan padu dari Exco Hal Ehwal Wanita Kerajaan Negeri Selangor melancarkan program sambutan Hari Bapa 2011 dengan tema ‘Bapaku Heroku’. Inisiatif ini bertujuan untuk mempopularkan kembali peranan aktif bapa dalam menguruskan keluarganya dan memastikan keluarganya berada dalam keadaan sejahtera baik dari sudut fizikal, mental dan spiritual. Kepimpinan seorang bapa yang berwibawa pastinya menjadi contoh ikutan kepada anak-anak pada hari ini yang bukan sahaja dahagakan kasih sayang seorang bapa bahkan tercari-cari ‘role model’ untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka.
Dengan premis yang digariskan di atas maka IKRAM Negeri Selangor merumuskan Objektif Hari Bapa 2011 seperti berikut:
1. Memberi kesedaran kepada masyarakat tentang peranan dan tanggungjawab bapa dalam pembangunan keluarga.
2. Memberikan pendedahan kepada golongan bapa tentang pentingnya keperluan dan kemahiran kebapaan yang mesti dikuasai.
3. Mewujudkan jalinan hubungan di antara agensi-agensi yang relevan untuk memperkasa bapa dan skil dan kemahiran kebapaan.
4. Memupuk kesedaran bapa sebagai ‘role model’, terutama kepada anak-anak remaja yang mencari-cari ‘idola’ hidup mereka.
Untuk memupuk kesedaran di kalangan masyarakat tentang pentingnya peranan bapa maka penanda buku bertemakan hari bapa telah dikeluarkan oleh penganjur. Penanda buku ini akan dibekalkan di kesemua cawangan IKRAM di 13 daerah di negeri Selangor dan akan diedarkan kepada orang ramai di tempat-tempat awam seperti taman rekreasi, pusat membeli belah, medan selera dan tempat-tempat di mana keluarga berkumpul.
Kami juga mengambil kesempatan ini untuk mengumumkan Forum Hari Bapa yang bertemakan ‘Bapaku Heroku’ yang akan dilaksanakan pada 10 Julai 2011. Forum ini membariskan tiga ahli panel yang berpengalaman luas dalam bidang kekeluargaan. Mereka akan membicarakan topik tersebut dari sudut pandang masing-masing sebagai seorang bapa, ibu dan anak. Juga satu program ‘Explorace’ yang bertema ‘Father You R the Man’ akan menyusul selepas Forum dengan aktiviti yang bertujuan untuk memupuk dan memperbaharui hubungan di antara bapa dan anak remaja. Orang ramai dijemput untuk bersama dalam program-program tersebut.
Prof Madya Dr Hafidzi Mohd Noor
Pengerusi
Jawatankuasa Pembangunan Masyarakat
Pertubuhan IKRAM Malaysia (IKRAM) Negeri Selangor


Pengorbanan Ibu

Posted by anurachman pada April 29, 2009
Setiap orang pasti memiliki seorang ibu. Ibu adalah orang yang paling banyak jasanya kepada kita. Kita tidak akan sanggup menghitung jasa seorang ibu kepada kita. Jasa dan pengorbanan yang dilakukannya sedemikian besar, sehingga mustahil bagi kita untuk membalas jasanya.
Pengorbanan seorang ibu sudah dimulai sejak kita masih berada dalam kandungannya. Kita lihat saja sekarang, apa yang dialami oleh seorang wanita yang sedang mengandung. Denagn hati-hati seorang ibu akan berusaha untuk menjaga kandungannya supaya tetap sehat. Belum lagi kesibukannya yang lain, yang dilakukannya sambil membawa kita dalam rahimnya.
Pengorbanan yang paling besar adalah saat kita mau lahir. Perjuangan yang berat dilaluinya untuk melahirkan kita. Bahkan dia rela mengorbankan nyawanya agar kita dapat lahir dengan selamat.
Saat kita masih bayi, kita dijaganya siang dan malam tanpa kenal lelah. Dua tahun kita disusuinya, hingga kita tumbuh sehat. Kita selalu dibimbingnya dengan sabar, tanpa mengeluh sedikitpun.
Jika kita renungkan lebih jauh, besarnya jasa seorang ibu tidak akan pernah dapat kita balas. Meskipun kita memberinya harta yang melimpah, memberikan perhatian yang banyak, namun jasanya tidak akan terbalas, sampai akhir hayat.
Sayangnya, saat ini tidak sedikit anak-anak yang berani menentang orang tuannya. Jika keinginan tidak dapat dipenuhi, bermacam cara dilakukannya. Dan yang lebih sering menerima perlakuan yang tidak layak dari mereka adalah sang ibu. Bahkan ada yang tega menganiaya sang ibu, yang telah mencurahkan kasih sayangnya kepada mereka.
Fenomena seperti ini sudah banyak terjadi di sekitar kita. Meskipun demikian, seorang ibu tetap menunjukkan kasih sayangnya yang tiada terhingga. Layakkah kita membalas kasih sayang dan kebaikan ibu kita dengan perilaku yang menyakiti hatinya?
Karena itu dalam Al-Quranul karim, Allah SWT memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orang tua kita, terutama kepada ibu kita. Hal ini terdapat dalam beberapa ayat, yaitu:
وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Dan Robb-mu telah memerintahkan kepada manusia, janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut di sisimu, maka janganlah katakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentak kedua-nya. Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasing sayang. Dan katakanlah, ‘Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil’ (QS Al-Isra’:23-24)
وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُورًا
“Dan sembahlah ALLAH dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak, kepada kaum kerabat, kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya, sesungguhnya ALLAH tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri” (QS An-Nisa:36)
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا وَإِن جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan Kami wajibkan kepada manusia (berbuat) kebajikan kepada orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”(QS Al-Ankabut:8)
Marilah mulai sekarang kita rubah perilaku kita kepada orang tua kita, terutama kepada ibu kita menjadi lebih baik. Jangan lagi kita menyakiti hatinya, karena kita takkan pernah mampu membalas jasanya.

sembilan bulan sepuluh hari
kau membawa ku dalam rahimmu
tanpa sedikitpun keluh kesah dan tangis
terbersit dalam hatimu
rasa sakit dan rasa payah
kau lalui untuk kelahiranku
bahkan berkorban nyawa
kau relakan untukku
kau jaga aku siang malam
dalam kehidupan awalku
tiada sedih kau pancarkan
meski tak istirahat sedetikpun
kau bimbing aku
kau jaga aku
hingga sepanjang hidupmu
tanpa letih di hatimu
begitu besar jasamu
begitu agung pengorbananmu
tiada meungkin aku mampu
membalas jasamu ibu…

Hargai Pengorbanan Ibu

Artikel : Hargai Pengorbanan Ibu

"Ibu… kaulah segalanya bagi kami. Tanpa dirimu, siapalah kami. Tiada sebarang sesuatu pun yang boleh mengantikan tempatmu ibu...”Pertama-tamanya, Majlis Hal Ehwal Siswi (HEWI), Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM) ingin mengucapkan “Selamat Hari Ibu” kepada semua insan yang bergelar ibu khususnya kaum ibu di Malaysia umumnya seluruh dunia. Kami doakan agar setiap titik peluh serta derita yang diharungimu mendapat tempat di sisi Allah SWT...

Sebagaimana yang diketahui, kedudukan ibu begitu tinggi nilai serta martabatnya pada pandangan Allah. Sepertimana kalam Allah yang terpateri di dalam Al-Qur’an yang berbunyi :“Dan TuhanMu telah perintahkan supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa.”(surah al-Isra’ : ayat 23). Begitu tinggi sanjungan dan istimewanya penghormatan Islam terhadap martabat dan kedudukan ibu. Tanpa ibu, siapalah kita. Semua makhluk mempunyai ibu. Tiada satu makhluk pun yang tidak mempunyai ibu hatta tumbuhan yang membiak melalui pertunasan pun membiak melalui induknya. Siapa induk itu? Induk itulah ibu. Kita pernah mendengar anak yang dilahirkan ke dunia ini tanpa ayah, sebagaimana kisah Nabi Allah, Nabi Isa a.s tetapi kita tidak pernah mendengar anak yang dilahirkan tanpa ibu. Maha Suci Allah. Muliakanlah ibu-ibu kami.Tanpa ibu, kehidupan kita langsung tidak mempunyai apa-apa.

Cuba kita telusuri kisah kehidupan anak-anak yatim piatu. Tragis sungguh hidup mereka tanpa ibu di sisi.Justeru, si ibulah insan yang paling banyak menanggung penderitaan demi kelangsungan hidup anaknya. Setiap tahap pertumbuhan dan pembesaran yang dilalui oleh seseorang anak itu turut juga dilalui oleh si ibu, pahit, manis, luka lara dan riang tawa. Setiap perasaan yang dirasai oleh si anak turut juga dirasai oleh si ibu. Begitulah naluri seorang insan yang bergelar ibu. Dari proses dalam kandungan, hingga melahirkan, membesarkan, mendidik sehingga dewasa dan boleh berdiri atas kaki sendiri, kita tetap masih memerlukan ibu. Begitu kuatnya ikatan ruh kasih sayang antara anak dan ibu. Tapi, apakah yang kita pernah lakukan untuk membalas jasa serta pengorbanan yang pernah dicurahkan oleh ibu kita? Tepuk dada, tanyalah iman.

Semasa mengandung, ibulah adalah insan kuat yang menanggung segala jenis penderitaan selama sembilan bulan demi kelangsungan hidup zuriat yang dikasihinya.Walaupun si ibu ini tahu betapa peritnya cabaran yang akan ditempuhinya, namun demi anak-anak tercinta semua itu ibarat paku-paku kecil atas sebatang jalan dan si ibu perlu mengutip setiap paku dan dalam proses pengutipan paku tersebut, kemungkinan besar si ibu terluka dan tercedera, namun demi untuk mencapai impiannya melihat anaknya hidup selesa dan selamat, si ibu sanggup mengorbankan seluruh hidupnya hatta nyawanya demi anak-anak. Nah, si anak! Apa yang pernah dilakukan oleh kita bagi membayar setiap detik kesengsaraan yang dilalui oleh ibu kita. Tidak ada satu pun harta serta barangan yang paling bernilai harganya di dunia ini boleh membayar setiap jerih perit si ibu. Sepertimana yang dinukilkan di dalam Al-Qur’an, “Dan kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya. Ibunya yang mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya) dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun. (Dengan demikian) bersyukurlah kepadaKU dan kedua ibubapamu. Hanya kepada-KU tempat kembalimu.”(surah Luqman ayat,14)Maksud ayat berkenaan ialah memang wajib ke atas kita sebagai anak untuk menghargai pengorbanan ibu yang sangat besar nilainya hingga tidak terdaya bagi kita untuk membayar balik atau membalas kembali segala-galanya yang ibu korbankan untuk kita. Kesihatannya, keselamatannya, masanya, hartanya malah seluruh dirinya dan hidupnya untuk anak tercinta.

Persoalannya kini, bagaimana pula pengorbanan anaknya untuk menghargai dan membalas balik jasa serta pengorbanan ibu yang tidak terhitung ini. Inilah persoalan yang wajib perlu direnung setiap anak apakah mereka sudah menunaikan kewajipan terhadap ibunya.Dewasa ini, banyak kes yang kedengaran yang membuktikan ramai generasi muda hari ini semakin mengabaikan tanggungjawab dan penghormatan terhadap ibubapa mereka. Contohnya di Jepun, antara salah satu syarat utama kenaikan pangkat atau gaji dikalangan kakitangan kerajaan adalah dinilai bagaimana mereka menjaga kebajikan kedua ibubapa mereka di kala usia senja mereka.Melihat situasi ini, jelaslah kepada kita bahawa kejatuhan nilai murni dikalangan generasi muda semakin meruncing dan membimbangkan bukan sahaja di negara kita Malaysia malah seluruh dunia amnya.

Generasi Muda tidak seharusnya melayani ibubapa mereka sebegitu. Adakah patut kita membalas jasa ibubapa yang melayan kita sejak kecil lagi ibarat menatang minyak yang penuh selama beberapa tahun, bersengkang mata sepanjang malam demi menjaga anak tersayang ketika sakit. Seluruh masa rehatnya dikorbankan untuk anak-anaknya.Tapi kita sebagai anak, membuktikan kasih sayang kita kepada ibu dengan memukul ibu, menghantar ibu ke pusat jagaan dan rumah orang tua, menghina serta mengherdik ibu di kala ibu dalam keadaan lemah dan tidak berupaya seperti masa dulu.Itukah yang patut dilakukan oleh seorang manusia yang bergelar anak? Adakah relevan pada pandangan insani, perbuatan yang baik dibalas dengan perbuatan buruk, madu diberi tuba dibalas, nikmat dikurnia, azab dirasa.Perlu diinsafi, kedudukan ibu sebagai insan yang tinggi kedudukan dan martabatnya sehingga Rasulullah SAW pernah menegaskan bahawa syurga itu berada di bawah telapak kaki ibu. Ini bermakna seseorang anak tidak akan dapat merasai nikmat syurga melainkan dengan keredhaan ibu. Sabda Rasulullah SAW yang lain berbunyi “ Keredhaan Allah itu terletak pada keredhaan kedua ibubapa kita”.

Demikian itu, jelaslah bagi kita, selama mana kita tidak diredhai oleh ibubapa selama itu juga, kita hidup dalam kemurkaan dan kederhakaan kita terhadap Maha Pencipta sepertimana kisah Alqamah pada zaman Rasulullah, kisah si Tanggang dan Malin kundang di Nusantara.Bukan harta benda bertimbun-timbun serta segunung emas yang si ibu itu mahukan agar jasa dan baktinya dikenang serta dibalas.Tapi, cukuplah bagi mereka sedikit perhatian dan belaian kasih daripada anak kesayangan mereka di saat usia senja mereka. Saat ini perlakuan orang tua akan kembali ke alam kanak-kanak, di mana mereka amat memerlukan perhatian dan belaian kasih sayang sepertimana anak-anak kecil perlukan.

Perlakuan mereka, si ibubapa ini kadang-kadang membuatkan anak-anak yang sudah mengenali dunia ini terasa terbeban dan merasakan ibu ini menyusahkan mereka lalu mulalah timbul perasaan marah dan benci kepada ibu.Sedarkah kamu, anak-anak, siapa yang disampingmu ketika dirimu terasa disakiti, dicaci, dihina. Siapakah yang bersusah payah bangun di awal pagi menyediakan sarapan serta kelengkapan sekolah kamu dahulu? Siapa yang mengadaikan barangan kemas untuk dibuat biayaan kamu di institusi pengajian tinggi? Siapakah yang bersusah payah mencari duit untuk menampung perbelanjaan kahwinmu? Adakah insan itu sahabat karibmu di sekolah? Adakah insan itu kekasihmu yang baru beberapa bulan dan tahun kau bermadu kasih? Insan mulia ini tidak lain ialah ibu kamu.Siapakah ibu di hatimu anak-anak? Adakah insan ini yang hanya menyusahkan dan memalukan kamu di saat dirimu cemerlang, berjasa dan dikenali orang? Inikah tempat letaknya kedudukan ibu di hatimu anak-anak? Inikah nilai ibumu di hatimu anak-anak?Adakah pada hari ibu sahaja, kita patut menzahirkan perasaan kasih sayang terhadap si ibu? Adakah pada hari ibu sahaja untuk kita mencium, memeluk mesra dan mengucapkan ucapan keramat “Terima kasih,ibu”.

Perlu kita muhasabah diri, bilakah kali terakhir kita menanyakan khabar berita dari ibu, bilakah kali terakhir kita mencium, memeluk mesra dan meminta maaf dari ibu? Tapi untuk insan lain, kita rela berkorban masa dan harta demi menjaga hati dan perasaan mereka. Tapi untuk ibu kita yang mengorbankan seluruh hidupnya untuk melihat kita selamat dunia dan akhirat, apa yang pernah kita lakukan untuk gembirakan hati si ibu ini.

Koreksilah dirimu anak-anak.“Di saat kau lena, dia berjaga...kau bersenang, dia bekerja...untukmu tiada terbatas...memberi, tidak mahu dibalas...ingin dibinanya untukmu kehidupan yang sempurna...punyai kekuatan jiwa...punyai maruah...leterannya dari rasa luhur...menegur sebelum terlanjur...itulah yang diwarisi...pesan ibu terpahat di hati...beringat-ingatlah...berpesan-pesan untuk kebaikan...marah bukan kebencian...tapi, tanda SAYANG...engkau semakin dewasa...berjiwa merdeka...Sedang dia semakin tua...membilang usia...di saat kau berjaya...dia tiada berdaya...semoga kau tak lupa...jasa bonda...


Nor Akmariah Abdullah
Setiausaha Kehormat
Majlis HEWI PKPIM


Besarnya pengorbanan ibu bapa
Posted by: nuriman on: Februari 20, 2009
Dalam: Uncategorized 6 Komen
Minda: Penuhi hak ibu bapa
Susunan Hashim Ahmad
INGATLAH betapa besarnya kasih sayang ibu bapa kepada kita. Mereka memberi perhatian amat serius mengenai tempat tinggal, makan minum, pendidikan serta penjagaan kita pada setiap masa.
Mereka sering bimbang ketika kita sakit hingga pekerjaan lain ditinggalkan demi merawat kita.
Wang yang mereka cari dengan susah payah rela dikeluarkan tanpa berfikir panjang. Mereka bekerja keras siang malam demi memberi nafkah kepada kita.
Dengan beringat jasa mereka, kita akan mengetahui kadar penderitaan pada waktu mereka membimbing diri kita hingga beranjak dewasa.
Allah s.w.t memerintahkan agar manusia berbakti kepada ibu bapa.
Firman Allah bermaksud: “Dan Tuhanmu memerintahkan agar kamu jangan menyembah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Dan jika salah satu daripada keduanya atau kedua-duanya berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu menyatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya. Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, sayangilah mereka keduanya, sebagaimana keduanya menyayangi aku waktu kecil.” ” (Surah Al Israa’: Ayat 23 dan 24)
Allah juga berfirman bermaksud: “Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapa, kaum kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang sombong dan membanggakan dirinya.”
(Surah An Nisaa’: Ayat 36)
Ayat di atas menunjukkan bahawa berbakti kepada ibu bapa menduduki peringkat kedua selepas mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam beribadah.
Sebab itu tidak mungkin terjadi bagi seorang yang mengaku bertauhid kepada Allah, tetapi ia derhaka kepada kedua-dua orang tuanya.
Allah yang Mencipta dan Memberikan rezeki. Maka Allah sajalah berhak diibadahi.
Ibu bapa adalah sebab adanya anak. Maka kedua-duanya berhak diperlakukan dengan baik.
Oleh itu menjadi kewajipan bagi seorang anak untuk beribadah kepada Allah kemudian diiringi dengan berbakti kepada kedua-dua orang tuanya.
Andai kelak kita menjadi ibu bapa, tidakkah kita akan kecewa dan bersedih hati apabila anak kita berkata kasar kepada kita – ibu bapa yang membesarkannya.
Lalu, apakah kita sampai hati melakukannya terhadap ibu bapa kita saat ini? Merekalah yang selalu berusaha meredakan tangis kita ketika kecil.
Ingatlah bahawa doa orang tua terutama ibu adalah doa mustajab. Maka janganlah sekali-kali kita menyakiti hati mereka meskipun kita dalam pihak yang benar.
Sesungguhnya hak ibu bapa kita atas diri kita lebih besar dan berlipat ganda banyaknya sehingga apapun kita lakukan dan sebesar manapun penderitaan kita rasakan ketika kita membantu mereka, hal itu tidak akan dapat membalas jasanya.
Ketika Abdullah bin Umar melihat seseorang menggendong ibunya untuk tawaf di Kaabah dan ke mana saja si ibu inginkan, orang itu bertanya: “Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku?”
Jawab Abdullah bin Umar: “Belum, setitis pun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua-dua orang tuamu.”
Tidakkah kita ingin diluaskan rezeki dan dipanjangkan umur oleh Allah? Sabda Rasulullah s.a.w: “Barang siapa yang suka diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (Hadis Riwayat: Bukhari, Muslim, Abu Dawud)
Sesungguhnya ibu bapa keluarga terdekat kita. Mereka mempunyai hak yang lebih untuk kita dahulukan dalam masalah silaturahim.
Merekalah selalu berada di sisi kita baik ketika bahagia mahupun duka, berkorban dan selalu menolong kita lebih daripada teman kita.
Lalu masih enggankah kita membalas segala pengorbanan mereka?
Berbuat baik kepada ibu bapa adalah sebuah keharusan, bahkan harus didahulukan daripada fardu kifayah serta amalan sunnah lainnya – didahulukan daripada jihad dan hijrah di jalan Allah.
Pun harus didahulukan daripada berbuat baik kepada isteri dan anak. Taatilah mereka dan janganlah kita menentang kedua-duanya sedikit pun kecuali apabila mereka memerintah kita supaya berbuat maksiat.
Rasulullah bersabda bermaksud: “Tidak ada ketaatan bagi makhluk apabila pada saat yang sama bermaksiat kepada Sang Pencipta.” (Hadis Riwayat: Ahmad)
Firman Allah bermaksud: “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyusunya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuannya mengenai itu, maka janganlah kamu mentaati keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku beritahukan kepadamu apa yang kamu kerjakan.” (Surah Luqman: 14-15)
Ingatlah bahawa seburuk manapun ibu bapa kita, kita tetap tidak akan dapat membalas semua jasa mereka.
Yang perlu kita lakukan hanyalah tidak mentaati ibu bapa ketika mereka menyuruh kita untuk bermaksiat.
Tidakkah kita ingin menikmati kebenaran dan keindahan Islam bersama mereka? Tidakkah kita inginkan kebaikan dan keselamatan bagi mereka sebagaimana mereka selalu ingin kebaikan dan keselamatan bagi kita?
Tidakkah kita ingin agar Allah mempertemukan kita di jannah-Nya?
Justeru, bersabarlah dalam membimbing dan berdakwah pada mereka sebagaimana mereka selalu sabar dalam membimbing dan mengajar kita dahulu.
Ingatlah bahawa satu doa mustajab adalah doa daripada seorang anak yang soleh untuk orang tuanya.
Sabda Rasulullah bermaksud: “Apabila manusia mati, putuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak soleh yang mendoakan orang tuanya.” (Hadis Riwayat: Muslim)
Dalam hadis lain, Rasulullah bersabda bermaksud: “Sesungguhnya Allah pasti mengangkat darjat bagi hamba-Nya yang soleh ke syurga.” Maka ia bertanya: “Ya Allah, bagaimana itu boleh terjadi?’ Allah menjawab: “Berkat istigfar anakmu untukmu.” (Hadis Riwayat: Ahmad)
Diriwayatkan daripada Umar bin Khattab berkata: “Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Kelak akan datang kepada kamu sekalian seseorang bernama Uwais bin Amir, anak muda yang belum tumbuh janggutnya, keturunan Yaman dari kabilah Qarn. Pada tubuhnya terkena penyakit kusta, namun penyakit itu sembuh daripadanya kecuali tersisa seukuran wang dirham. Dia mempunyai ibu yang dia sangat berbakti kepadanya. Apabila dia berdoa kepada Allah nescaya dikabulkan, maka jika engkau bertemu dengannya dan memungkinkan minta padanya memohonkan ampun untukmu maka lakukanlah.” (Hadis Riwayat: Muslim dan Ahmad)
Menyedari hakikat ini, janganlah kita enggan untuk berdoa demi kebaikan orang tua kita. Sekeras apapun usaha kita lakukan, apabila Allah tidak berkehendak, nescaya tidak akan terjadi.
Hanya Allahlah yang mampu memberi petunjuk dan membukakan pintu hati kedua orang tua kita.
Mintalah pada-Nya kerana tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Bermohonlah terus pada-Nya dan janganlah bosan meskipun kita tidak tahu bila doa kita akan dikabulkan.
Seandainya Allah tidak berkehendak untuk memberi mereka petunjuk hingga ajal menjemput mereka, ingatlah bahawa Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya.
Janganlah berhenti berdoa kerana sesungguhnya doa anak soleh untuk ibu bapanya tidaklah terputus amalannya meskipun mereka sudah meninggal.
Semoga Allah menyelamatkan kita dan keluarga kita daripada api neraka serta mengumpulkan kita dalam jannah-Nya.
~Ya Allah selamatkanlah anakku walau di mana saja dia berada. Engkau permudahkan segala urusannya Ya Allah.  Engkau lindungilah dia  dari segala mala petaka amin…….

BAPA KU SAYANG

Monday, March 24, 2014

Maafkanku

Bapa rindunya ku padamu



Pada sesiapa je yg sudi singgah kat blog ku nie..thanks sgt , disini ingin kuselitkan sikit tentang bapaku yang amat ku hormati dan sayangi. Bapaku dilahirkan di Kedah dan berketurunan Pattani Thailand, Tok dan Tok Cher ku berasal dari Pattani diaorg merantau ke Kedah. Bapaku anak sulung dr keluarganya sebenarnya bapa anak kedua dia ada kakak tp meninggal tika kecil jd bapaku lah menjadi ank sulung pada tok, Bapaku mempunyai 7org adik. 2,Makngah 3,Maklang 4.Pak Teh 5.Pakndak 6.Pak njang. 7.Pakcik 8.Maksu.

Bapaku kesayangan kedua orang tuanya, bapaku seorang anak yang begitu taat sejak dari ku kecil mmg ku melihat bagaimana taatnya seorang ank pada kedua org tuanya begitu jgk ku berjanji taat pada kedua orangtua ku. Bapaku sejak dari muda mmg seorang yang bekerja kuat dan suka berbudi pada tanah, bapaku pada awalnya menoreh getah dan berniaga kecil-kecilan , bapaku menjual durian, jagung ,pisang dll hasil tanaman yang ditanam. kumasih ingat dan masih jelas tiap kenangan bersama bapaku. 
Ketika masih kanak2 ku dibesarkan di Kg Batu Gelugur lama jgk kami disitu , semasa ku darjah 3 mcmtu kami berpindah tinggal di bukit yg jauh dari kawasan perkampungan..tinggallah kami sekeluarga tika tu ku hanya 2 beradik je...ingat lagi bila nak kesekolah kami terpaksa meredah hutan yang belum mampu dilalui oleh kanak2 lain...tapi apa daya kami...kehidupan yang susah kami lalui, apa yang bapa sediakan untuk kami..tetap kami hargai...

Bapa kami walau susah tak pernah dia abaikan ttg pelajaran ku dan adik2...kami kesekolah dgn pakai kasut plastik je dulu..bila kotor sampai sekolah kami akan basuh, kelengkapan sekolah mmg serba kekurangan. tika darjah 4 mcmtu kami pindah semula ke Kg Batu Gelugur...kami membesar mcm kanak2 lain jgk,,,

Bapa seorang yg tegas terutama ttg pelajaran Math..ingat lg tiap kali blk sekolah ku mesti kena mengadap bapa untuk baca sifir...kecut perut la selalu..tika kecil ku mmg jarang bercakap dengan bapaku kerana ku diselubungi perasaan takut..Ku amat menghormatinya selain bonda.Kehidupan kami mmg agak susah walau pun bapaku berniaga buah-buahan, 

Kasih seorang bapa

Assalamualaikum dan salam sejahtera buat semua rakan rakan pengunjung yang dihormati mudah mudahan kita semua diberkati dan dirahmati ALLAH. 

Sempena tahun baru cina ni ramai jugak yang ambil kesempatan pergi bercuti atau pulang ke kampung masing-masing. Walau ke mana juga destinasi yang kita nak tujui tu, pastikan kita menjaga keselamatan dan elakkan kemalangan.

Ketika berkunjung dan membaca entri hasil nukilan blogger INI, aku segera terfikir beberapa perkara berkaitan entri tersebut terutama dari perspektif dan persepsi seorang bapa, ayah, abah, abi atau apa juga panggilannya.

Sungguh tak dinafikan, jarang sekali ada kaum bapa yang berterusan memanjakan atau menunjukkan kasih sayang mereka kepada anak-anak selepas anak anak itu meningkat usia secara zahir.

Dan kebiasaannya cara seorang bapa itu mempamerkan kasih sayang terhadap si anak yang melepasi tahap mummayiz terkadang begitu sukar untuk diduga.

Berbanding dengan kaum ibu, kasih sayang dan sifat memanjakan anak tidak pernah berubah walaupun anak sudah meningkat dewasa. Sikap prihatin dari seorang ibu sentiasa terzahir dari segi masakannya, layanannya, pertuturannya dan perbuatannya.

Namun tidaklah seorang bapa itu tidak mengasihi akan anaknya apabila dia tidak mempamerkan perasaannya. Mungkin ada yang beranggapan hanya ketika anak itu kecil sahaja disayangi dan apabila dewasa lansung tak dipeduli.

Pada aku, ianya mungkin sebahagian dari naluri kebapaan. Seorang bapa yang mahu anaknya mampu untuk berdikari dan belajar erti kehidupan melalui beberapa percubaan dan kegagalan.

Dan pastinya seorang bapa itu tidak sekali kali akan membiarkan anaknya berada di landasan kehidupan yang salah walaupun mungkin terpaksa mengorbankan beberapa perkara.

Perlu kita ingat, walau kaum bapa jarang dan kurang mempamerkan perasaan terhadap anak anak tak bermakna bapa itu sudah berubah. Sokongan dari seorang bapa itu pasti sentiasa ada.Hidup ini penuh warna, Tuhan yang mengizinkan sesuatu terjadi atas hidup kita agar kita makin bertumbuh di dalam Dia. Hargailah setiap waktu dan kejadian yang terjadi atasmu


Suatu ketika Umar al-Khattab radhiyallahu ‘anhu dan beberapa orang sahabat melihat seorang perempuan mendukung seorang lelaki tua. Lalu beliau bertanya kepada perempuan itu, “apakah perihalnya kamu ini?”

Perempuan itu menjawab, “yang aku dukung ini adalah ayahku. Dia sudah tua (nyanyuk) dan mahu bermain denganku”

Umar al-Khattab radhiyallahu ‘anhu teruja dengan kejadian itu lalu berkata, “wahai sahabat, lihatlah perempuan ini. Beliau telah menunaikan hak bapanya ke atas dirinya”

Perempuan itu membalas, “tidak ya Amir al-Mu’minin. Aku belum menunaikan hak bapaku ke atas diriku. Semasa dia menjaga aku ketika aku kecil, dia mendoakan panjang umurku. Tetapi semasa aku menjaganya ketika dia tua. Aku tertanya-tanya bilakah orang tua ini akan mati!” (di petik dari http://saifulislam.com/4108)

Sesungguhnya kamu jika berbakti kepada kedua ibu bapamu tidak akan dapat menandingi kehebatan kasih sayang mereka pada kamu. Kasih sayang yang mereka limpahan tidak mengharapkan apa-apa balasan. Sedangkan kamu berbakti kepada mereka dan mengharapkanbalasan, samada ganjaran di dunia atau akhirat dan tidak kurang juga yang menanti-nanti kematian mereka.

*
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang suka untuk dipanjangkan umur dan ditambahkan rezeki, maka berbaktilah kepada ibu bapa dan sambunglah tali silaturrahim dengan kerabat.” (HR Imam Ahmad)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kehinaan bagi sesiapa yang memiliki kedua ibu-bapanya yang tua salah seorang atau kedua-duanya, dan tidak dapat memasuki syurga.” (HR Muslim)


“Dan rendahkanlah dirimu terhadap ibu dan bapa kamu dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mengasihi aku pada waktu aku kecil” (al-Isra’ ayat 24)


Seorang bapa mungkin sukar menzahirkan kasih sayang kepada anak-anak melalui kata-kata sebagaimana sering dilakukan oleh seorang ibu.
Namun kasih sayang seorang bapa seperti juga kasih seorang ibu tidak dapat dinilai dan terus kekal sehingga akhir hayat.
Sempena Hari Bapa hari ini, Norfazilah Mohd Sahir, menyelami ketabahan dua insan bergelar bapa yang masing-masing kehilangan anak di medan perang dan isteri tercinta.
- See more at: http://www.tv3.com.my/beritatv3/laporan_khas/Kasih_Seorang_Bapa.html#sthash.4w9nhEAW.dpuf

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya...Akan sering merasa rindu sekali dengan ibunya..Lalu bagaimana dengan AYAH?

Mungkin kerana ibu lebih sering menelefon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan ibu untuk menelefonmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sekembalinya ayah dr bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada ibu tentang khabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.Ayah biasanya mengajar putri kecilnya naik basikal .Dan setelah ayah mengganggapmu sudah boleh menunggangnya, ayah akan melepaskan roda bantu di basikalmu .Kemudian Ibu bilang

"Jangan dulu ayahnya, jangan ditanggalkan dulu roda bantunya",

itu kerana ibu takut puteri manisnya akan terjatuh lalu terluka....

Tapi sedarkah dikau?Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh basikal dengan seksama kerana dia tahu puteri kecilnya PASTI mampu melakukannya.

Pada saat kamu menangis merengek meminta alat permainan yang baru, ibu menatapmu hiba.Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas

"Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, ayah melakukan itu kerana ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.

Saat kamu ditimpa sakit , ayah lah yang terlalu khawatir sampai kekadang sedikit membentak dengan berkata,

"Sudah di beritahu! kamu jangan minum air sejuk!".

Berbeza dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhuatirkan keadaanmu..


Ketika kamu sudah beranjak muda remaja..Kamu mulai menuntut pada ayah untuk mendapat keizinan keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan

"Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu?Kerana bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..Setelah itu kamu marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan memujukmu agar tidak marah adalah ayah.Tahukah kamu,bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang teman lelaki mulai sering menelefonmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang berbuall berdua di ruang tamu..Sedarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khuatirdan bimbang.Dan setelah perasaan khuatir itu berlarut - larut.Ketika melihat puteri kecilnya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan memarahimu..Sedarkah kamu, bahwa ini kerana hal yang di sangat ditakuti ayah akan segera datang? "Bahwa puteri kecilnya akan segera pergi meninggalkannya"



Setelah lulus SPM, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Doktor atau Engineer. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.Tapi ayah tetap tersenyum dan menyokongmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.ayah harus melepaskanmu di bandar.Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat.Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu kesempitan wang untuk membiayai perbelanjaan semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya boleh merasa sama dengan teman-temannya yang lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekadar meminta alat mainan yang baru, dan ayah tahu ia tidak mampu memberikan apa yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah,

"Tidak.... Tidak boleh!"

Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti ayah belikan untukmu".Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?



Saatnya kamu berjaya sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat

"puteri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Kerana Ayah tahu.....Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat ayah melihatmu duduk di kerusi pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya mampu menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia..Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang pentas pelaminan sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa....Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata,

"Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....Puteri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita solehah yang cantik....Bahagiakanlah dia bersama suaminya...rahmatilah kehidupan mereka Ya Allah"



Setelah itu Ayah hanya mampu menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Ayah telah menyelesaikan tugasnya....Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU MAMPU" dalam segala hal..



tersentuh hati ketika membaca coretan ini.........adakalanya kita beranggapan ayah kita tak sayangkan kita....tapi hakikatnya dia amat sanyangkan kita...kasih sayang yang ditunjukkan melalui caranya yang tersendiri...


Sajak Hari Bapa

Tarikh Hari Bapa adalah pada hari Ahad ketiga bulan Jun pada setiap tahun, ini bermakna tahun ini jatuh pada 16 Jun 2008. Macam biasa hari bapa kurang disambut berbanding hari ibu seperti yang pernah disentuh blog ini tahun lepas. Di samping itu ada juga pihak yang menyarankan untuk tidak menyambut hari bapa ataupun hari ibu ini. Walaupun begitu ada juga pihak yang mengambungkan sambutan kedua-dua hari ini dan mengingatkan bahawa ibubapa perlulah sentiasa diingati sepanjang tahun.

selamat hari bapaKetika hari ibu bulan lepas saya telah menyenaraikan beberapa sajak yang ada kaitan dengan ibu. Jadi pada bulan ini saya ingin mengambil kesempatan untuk memaparkan beberapa sajak yang ada kaitan dengan insan yang dipanggil bapa, ayah, papa, atau abah pula. Akhir sekali adalah lagu Sentuhanmu dari kumpulan In-Team.


Selamat Hari Bapa Kepada Abah Wan….

tiap saat aku menghitung kerinduan terhadapmu…
hinggalah sekarang baru aku tersedar
ia sudah melimpah ruah….

kerana abah aku disini
kerana abah aku gembira
kerana abah kuterasa bahagia…
abah oh abah

abah…
semenjak kecil aku dibesarkan bagai menatang minyak yang penuh
semenjak kecil aku dimanjakan dengan belaian gurauanmu yang indah
semenjak kecil aku diberi penghargaan umpama seorang raja
abah…
ketika aku mengalah…
engkau semangatku
ketika aku sakit…
engkau penawarku
ketika aku bersedih…
kau air mataku
ketika aku ketawa
engkau riangku
dan ketika engkau berduka?
aku harap akulah penawar duka laramu
selamat hari bapa kepada abah wan…

Syazwan
June 2007


A Dad

A Dad is a person
who is loving and kind,
And often he knows
what you have on your mind.
He's someone who listens,
suggests, and defends.
A dad can be one
of your very best friends!
He's proud of your triumphs,
but when things go wrong,
A dad can be patient
and helpful and strong
In all that you do,
a dad's love plays a part.
There's always a place for him
deep in your heart.
And each year that passes,
you're even more glad,
More grateful and proud
just to call him your dad!
Thank you, Dad...
for listening and caring,
for giving and sharing,
but, especially, for just being you!

Nur 87
Jan 07


Ayahanda Tercinta

Ketika kejauhan
masihku hangat kasihmu ayah
betapaku rindukan redup wajahmu
hadir menemaniku

Terbayang ketenangan
yang selalu kau pemerkan
bagaikan tiada keresahan

Walau hatimu sering terluka
tika diriku terlanjur kata
tak pernah sekali kau tinggalkan
diriku sendirian

Ketikaku dalam kedukaan
kau mendakap penuh pengertian
disaat diriku kehampaan
kau setia mengajarku
erti kekuatan

Terpancar kebanggaan
dalam senyummu
melihatku berjaya
bilaku kegagalan
tak kau biarkan
aku terus kecewa
dengan kata azimat
engkau nyalakan semangat
restu dan doa kau iringkan

Tak dapatku bayangkan
hidupku ayah
tanpa engkau disisi
semua kasih sayang
yang kau curahkan
tersemat dihati.....

ya..pergorbanan ayah tercinta tidak dapat digambarkan..betapa besarnya pengorbanan ayah..tanpa ayah tiada ana di dunia..

airmata mengalir lagi..tak dapat dibendung...

ayah...
adik terlalu merinduimu..bilakah kita dapat bersua..

ayah...
adik sayangkan ayah..Kenapa kita dipisahkan??
Kenapa kita tak dapat bersama seperti mereka2 yang lain..terlalu dalam kerinduan ini pada mu ayah...

ayah...
diri ini ingin mengucup pipimu..mengucup dahimu...
diri ini bersama meluangkan masa denganmu..
tapi...
apakan daya...jarak memisahkan kita..

ayah...
ketahuilah diri ini terlalu merindui diri mu..rindukan belaianmu..kasih sayangmu
setiap malam diri ini berdoa agar dapat bertemu denganmu..

ayah..adik menyanyangi mu!!

abid 19
Jun 2007


Ayah

Pagi ini suluh mentari menghantar pulang
Jejak sepatuku masih ada debu kota meminggir
Diasak embun desa termanggu di halaman
Seratus langkahku menghampiri anak tangga usang
Rumah papan atap rumbia menyentak perantau
Sepi di beranda...

Kuatur langkahku sebak
Syahdu dan gementar
Ada tangisan di wajah
Menyentuh kenangan di gerbang pintu
Ayah selalu berkisah
Kuakan pintu itu ada nasihat
Masih basah keringat
Memantul warna senja kepulanganmu
Tanpa sungutan

Cepat benar masa berlalu
Waktu ayah menyambutku pulang
Usiamu diterjah putih kelabu
Ada perit getir di wajahmu
Kedut yang membungkus wajahmu
Mengasak kudrat ke telapak kesat tanganmu
Sering dahulu memeluk kami sebelum ke sekolah
Menghantar seribu luka di tumitmu
Dulunya menguak rahsia jalan
Aku menyambut memapah tubuh gementarmu
Kulihat dengan genang air mata
Sejuk dahiku kau kucup penuh restu

Sepohon pokok rendang tua
Ayah duduk memerhatikanku yang sudah dewasa
Membawaku ke sisi dan bercerita lagi kepadaku
Tentang kerinduan yang pernah ada dalam rumah
Tentang kasihan ibu kepada kami
Kata ayah “ibumu selalu sabar
Memahat senyuman pada dedaun padi
Yang menjadi alas kehidupan”

Ayah,
Seperti ibu yang selalu menangis gementar
Memanjat harapan ke hadirat-Nya
Anak-anakmu juga tidak dapat membezakan
Di antara turun hujan dan air matamu
Waktu ayah menghambakan hayat
Menyuah seluruh nafasmu ke bendang
Antara tergesa-gesa dan mengah
Dalam cahaya senja

Ayah,
Anak-anakmu yang sudah dewasa ini
Sesal dan terharu
Bagai kehilangan kuasa lidah
Sekalipun untuk mahu memohon maaf
Atau....
Berbicara tentang cinta dan kasih sayangmu
Yang waktu kecil kami dahulu
Selalu juga gagal ...
.....Gagal kami temui dalam setiap dakapan
.....Gagal kami hayati dalam setiap bilah rotanmu
.....Gagal kami dengar dalam setiap doamu
Hanya pelukan yang dapat kami bahasakan
Mengharapkan naluri ayah
bertemu bisik hati kami
Betapa kami....
tidak mampu pun suarakan
saat kami menyusun jari di pangkuan mu
dalam tangisan

Ayah,
Terima kasih kerana airmata mu
Tidak pernah gagal prihatin untuk kami
Terima kasih kerana ingatanmu di hujung rotan
Tidak pernah gagal mengasihani kami
Terima kasih kasih sayangmu yang takjub
Tidak pernah gagal mengingatkan kami dalam hati mu
Terima kasih atas segala susah payah
Tidak pernah gagal memanjatkan doa

Doa ibu membawa ke syurga
Doa ayah jalan ke syurga

Little Mike
Jun 2007


Sentuhanmu

Album : Damba Kasih
Munsyid : In-Team

Terpanar aku pada sentuhan keramatmu
Mengheret aku mentafsir memori silammu
Dulu ku ragu apa terbungkam dibenakmu
Kini ku tahu apa yang terbuku di hatimu

Surut dedarku pada usapan manteramu
Tunduk ungkalku pada ketegasan dirimu
Terpasak semangat pada keyakinan tekadmu
Keakuranku pada tunjuk dan titah arahanmu

C/O
Oh ayah,
Tak pernah ku tanya
Kemana tumpahnya keringatmu
Oh ayah,
Tak pernah ku hitung
Berapa banyak kerutan di dahimu
Yang ku pinta hanyalah kemahuan hatiku
Yang sedaya ayah laksanakan

Kau pendorong bukanlah pendesak
apalagi memaksa diriku
Aku terlorong bukan terdesak
apalagi rasa terdera

Tak terkuis dugaan menduga
Apalagi takdir yang menerpa
Aku mengharap bukan menolak
Apalagi cuba melupa

Lestari kasihmu tanpa batasan
Sempadan waktu yang memisahkan
Abadi hingga ke hujung usia akhiran masa
Sentuhanmu amat bermakna..

Melodi: Abai Os (Hijjaz Records)
Senikata: ITO Lara (Gurindam Entertainment)
Hakcipta : Hijjaz Records Sdn. Bhd.


Technorati Tags: azhad, hari bapa, sajak, ayah, abah